BannerImage

Beradaptasi dengan Perubahan di Manufaktur Pakaian - Tantangan atau Kesempatan

#BlogPost
April 29, 2022
Industri manufaktur pakaian telah berevolusi dari waktu ke waktu, khususnya setelah diperkenalkannya Industri 4.0 dalam beberapa tahun terakhir ini. Sayangnya, evolusi ini terlihat melambat dikarenakan dampak pandemi COVID-19, di mana seluruh industri berada di titik stagnan, sehingga memperlihatkan kerapuhan dan ketidakstabilan operasional pabrik pakaian. Sebagai akibatnya, banyak pelaku manufaktur pakaian berpikiran skeptis terhadap masa depan industri ini.

Para pelaku manufaktur pakaian tengah menguji praktik operasional yang ada saat ini dan berdiskusi tentang bagaimana cara mengubah dinamika dan praktik produksi untuk beradaptasi dengan masa setelah pandemi. Pandemi telah mempercepat penyerapan dan penggunaan teknologi di sektor ini, terutama solusi berbasis digital dan analitik sehingga memungkinkan praktik produksi yang lebih cepat dan efisien. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pelaku industri manufaktur pakaian untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan cepat dan strategis. Apa saja langkah-langkah yang efektif dan efisien?

Shirendra Lawrence, Direktur MAS Holdings, dan Aadi Vaidya, COO Zilingo telah berdiskusi tentang cara paling efisien untuk beradaptasi dengan perubahan pasca pandemi. Mereka juga membahas perlunya bersatu menjadi sebuah komunitas untuk lebih siap menghadapi kesulitan-kesulitan di masa depan.


Membangun masa depan bersama



Teknologi Industri 4.0 telah mengubah rantai pasokan pakaian yang benar-benar memungkinkan pabrik menjadi mitra di masa depan. Manufaktur berskala besar dapat menjadi mitra brand sementara unit yang lebih kecil dapat fokus ke pasar yang lebih spesifik. Brand, manufaktur, dan pemasok, semuanya dapat bersatu dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Meskipun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait dengan kecerdasan mesin, dan juga perlu untuk memikirkan kembali seluruh proses pengadopsian ini agar dapat terus berkembang dan siap di masa depan.


Mengurangi lead time dalam rantai pasokan



Rantai pasokan yang kuat dari atas ke bawah dapat menghasilkan perbedaan besar. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat pada saat ini, memperpendek lead time sangatlah penting. Untuk itu, diperlukan standarisasi material agar manufaktur dapat menyiapkan stok untuk meningkatkan proses produksi. Karena semakin banyak proses desain yang dapat didigitalisasi, pembuatan prototipe virtual menjadi sebuah standar. Selain memasok bahan baku, diversifikasi proses distribusi juga dapat membantu mempersingkat lead time. Semakin dekat dengan pasar dapat membantu mengurangi lead time serta memberikan keuntungan lainnya seperti manfaat perdagangan, peluang kolaborasi, dll.


Strategi untuk menavigasi kesulitan



Industri manufaktur pakaian telah menghadapi banyak kesulitan selama beberapa tahun terakhir dan berhasil keluar dari berbagai persoalan. Namun, pandemi COVID-19 membuat industri sulit untuk mengandalkan metode lama yang sama dalam mengendalikan situasi. Hal ini membuat para pemimpin global menyadari perlunya memiliki rencana darurat yang terdokumentasi secara rinci untuk setiap aspek bisnis, termasuk berbagai risiko yang dapat muncul sebagai akibat dari kesulitan yang terjadi. Pada saat yang sama, memiliki rencana pemulihan bencana yang terdokumentasi dengan baik memudahkan para pemimpin untuk mengambil tindakan yang tepat. Kepemimpinan siap dan terlatih memainkan peran penting dalam menavigasi tantangan dengan hati-hati. Memiliki rencana dan sumber daya memungkinkan pemimpin untuk memulai mengambil langkah dengan segera setelah tanda-tanda kesulitan mulai terlihat. Tim manajemen krisis yang terdiri dari para pemimpin utama dapat menetapkan skala kerja prioritas dan membagi tugas dalam bagian-bagian yang dapat dikelola serta mengelola tanggung jawab tambahan untuk menavigasi perusahaan melalui masa-masa yang lebih sulit. Penting untuk menjaga karyawan dan pelanggan Anda dengan mengelola keduanya melalui masa-masa seperti ini dengan berlaku jujur ​​​​dan otentik untuk meningkatkan kepercayaan.


Mengelola ketidakstabilan finansial selama masa sulit



Pabrik dan jajaran pemimpinnya harus mampu beralih ke mode bertahan untuk menghemat uang dalam situasi seperti ini. Tinjau kembali semua arus kas dan pemasukan untuk mendapatkan uang tunai yang mungkin melibatkan pengajuan pinjaman, negoisasi ulang ketentuan pembayaran dengan pemasok dan pelanggan, dll. Sumber lain untuk mempertahankan uang tunai adalah dengan melakukan pemotongan gaji, dapat dimulai dari jajaran pemimpin dan bisa diturunkan ke karyawan tingkat menengah dan bawah jika diperlukan. Setelah perusahaan berhasil melewati masa krisis, disarankan untuk mengembalikan gaji dan memberi penghargaan kepada orang-orang yang berjuang bersama perusahaan.

Bekerjalah dengan para pemasok dan pelanggan Anda untuk melewati masa krisis bersama-sama dan anggap ini sebagai sebuah investasi menuju masa depan. Tetaplah fokus untuk menjaga bisnis Anda tetap berjalan karena ini dapat memastikan hubungan kerja sama yang lancar dengan para mitra bisnis dan membuat bisnis dari masing-masing pihak dapat terus bergerak.


Otomasi untuk manufaktur kecil



Transformasi digital yang berlangsung cepat di industri manufaktur pakaian tampaknya merupakan efek dari pandemi COVID-19, namun hal ini juga menimbulkan pertanyaan terkait investasi untuk melakukan otomatisasi di kalangan pelaku industri kecil. Lebih mudah untuk melakukan otomasi pada proses di pabrik dengan produksi yang tidak terlalu berfokus pada desain dibandingkan dengan manufaktur yang bekerja untuk para brand ternama. Unit manufaktur kecil harus fokus pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja mereka dengan melakukan otomasi pada aktivitas yang rutin dan tidak memberikan nilai tambah. Ini akan membutuhkan investasi yang lebih rendah dan akan membuat prosesnya menjadi sedikit lebih mudah bagi perusahaan sehingga mereka dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih baik. Dorong tim untuk lebih antusias dalam transformasi digital dengan memberikan penghargaan.

Manufaktur harus mendorong revolusi Industri 4.0 untuk menyiapkan masa depan pabrik. Mereka perlu beradaptasi dengan saluran rantai pasokan modern dan mendorong kolaborasi industri untuk menjadi mitra rantai pasokan, tidak sekadar menjadi mitra komersial saja. Manufaktur kini sudah mulai mengadopsi transformasi digital setelah pandemi yang merupakan langkah positif ke arah yang tepat.

Related Blogs
Siap untuk memulainya? Ayo berdiskusi lebih lanjut!
Hubungi Kami
Visibilitas Lengkap
Lebih Hemat
Data Sesuai Keinginan
Web, Tablet, dan Mobile App
Ikuti kami di
PERUSAHAAN
PT Zillion Tech Indonesia
Gama Tower Lt.30, Jl. HR Rasuna Said
Kav C-22Karet Kuningan Setiabudi,
Jakarta Selatan 12940
AREA & BAHASA
Selamat datang di Zilingo Factory!
Zilingo Factory adalah solusi ujung ke ujung untuk lantai manufaktur pakaian Anda dengan solusi yang dapat dipersonalisasi untuk tiap departemen. Kini, pabrik dapat melacak, mengoptimalkan, dan melakukan digitalisasi proses produksi secara real-time kapan pun dan dimana pun untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan mengurangi limbah.
Konfirmasi
Yakin akan melanjutkan proses ini?
Batal Konfirmasi